Saturday, November 12, 2011

TV Online

Biasa derita mahasiswa, kadang-kadang pengen nonton TV tapi gak ada TV. Gimana donk? Ya nonton TV online saja. Dimana? Di Mivo TV. Tapi kadang-kadang RCTI dan Global TV kagak ada di Mivo TV But don't worry, akhirnya saya bisa embed juga TV online yang ada RCTI dan Global TV. Ya udin, bagi yang pengen nonton TV tapi gak ada TV, langsung saja klik stasun TV yang ada di bawah ini.  Oya, usahakan internet kalian yang oke punya ya. Kalo enggak, bisa tersendat-sendat nontonnya. So, Enjoy :D





Monday, October 31, 2011

Saat Cinta Menyapa

Islam adalah agama fitrah, dan cinta adalah fitrah manusia yang ditanamkan oleh Allah sejak diciptakan, agar keturunan Nabi Adam tetap lestari dan tercipta cinta kasih di antara manusia sehingga hidup penuh dengan kerahmatan. Jatuh cinta kepada lawan jenis adalah hal normal. Islam tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, mencintai dan dicintai. Hanya saja, Islam menunjukkan wadah yang suci melalui pernikahan untuk menyalurkan hasrat cinta sepasang manusia agar dapat bercinta dengan bebas sekaligus mendapat ridha dan diberkahi oleh Allah SWT.

Anis Matta menyampaikan untuk melupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.

Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.

Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.

Bagaimana jika belum mampu menikah?

"Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena sesungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya"
[Al-Hadist]

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,cukup cintai ia dalam diam. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan terlarang. Kau tidak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya. Karena diammu memuliakan kesucian diri dari hatimu. Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang dapat merusak izzah dan iffahmu..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya, karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yg telah Allah SWT pilihkan untukmu. Karena dalam diammu tersimpan kekuatan. Kekuatan harapan. Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah Allah tidak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya. Dan jika memang “Cinta dalam Diammu” itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam..

Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus “Cinta dalam Diammu” itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Biarkan “Cinta dalam Diammu” itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi Rahasia antara kau dengan Sang Pemilik Hatimu.

"... Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka..."
[Al-Baqarah:235]

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah. Tapi jika memang kelemahan masih nyata di pelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah, berpuasalah.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
[Ar-Ruum:21]

Cukup cintai ia dalam diam, bukan karena membenci hadirnya. Tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia, meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup.

Cukup cintai ia dari kejauhan, karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan. Karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan. Karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga.

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan. Memupuknya hanya akan menambah penderitaan, menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan, mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan.

Maka cintailah ia dengan keikhlasan, karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati, tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi? Hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan. Serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya, biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.

"Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga."
[Umar bin Khattab ra.]

-----
NB: Teruntuk dirinya, maukah engkau simpan surga di telapak kakimu untuk anak-anakku kelak?

reference:

Thursday, October 27, 2011

Syair Rindu

Kala melintas indahnya rupa, secantik kuntum seruni di tengah hutan
Terasa biasa di awal jumpa, namun kini tak lekang dari ingatan

Panasnya bara membakar sejuta rasa, didihkan tungku tak berpasak
Kau pancarkan aura yang tak biasa, yang membuatku merasa sesak

Ingin hatimu aku rengkuh
Namun membuatku rapuh
Genderang rindu ku tabuh
Bayangmu kian menjauh

Kini ku telusuri liku jalanan sepi, termenung menunggu sang pagi
Dalam rinduku yang tak bertepi, ku resah kemana engkau pergi

Bintang serumpun di langit tak berbatas, tampak merekah bayang semu
Sekarang pesanku pun tak kau balas, tak berartikah diri ini bagimu?

Demi mata yang tak bisa kutatap
Dalam bias luka ku meratap
Dalam sepi aku tersekap
Ku ingin kau hadir walau sekejap

Waktu jua 'kan ku tempuh, berjalan penuh dengan tanya
dalam doa ku bersimpuh, oh Tuhan aku menginginkannya

Dihempas angin seteguh jati, tiada menyapa pada jiwa yang membeku
Aku tetap yakin sepenuh hati, Tuhan tahu siapa yang terbaik untukku

Oh, Tuhan tolonglah hamba
Aku tak bisa berhenti memikirkannya
Oh, Tuhan kuatkan hamba
Bila ternyata aku tak bisa memilikinya


-----
By: Yugo Ananda

Friday, October 14, 2011

Serumpun Namun Tak Rukun

Dari judulnya pasti mudah ditebak siapa itu yang serumpun (alah, dari gambarnya saja sudah ketahuan). Yah, dua negara itu memang sering bersitegang, bahkan sejak dua negara itu masih berumur sangat muda. Tentunya kita masih ingat dengan pelajaran sejarah di Sekolah Dasar tentang "Konfrontasi Indonesia dan Malaysia". Presiden Soekarno menentang rencana Federasi Malaya, atau lebih dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu, untuk menggabungkan Sabah, Serawak, dan Brunei ke dalam Federasi Malaya di tahun 1961. Pasalnya, menurut Presiden Soekarno, rencana ini adalah bentuk pelangggaran dari Perjanjian Manila. Presiden Soekarno pun menganggap pembentukan Negara Malaysia hanya akan menjadi boneka Inggris, sehingga Inggris memiliki kontrol yang kuat di Asia Tenggara dan mengancam kemerdekaan Indonesia.

Saat demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, 1963, ketika para demonstran menyerbu gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia, merobek-robek foto Presiden Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman -Perdana Menteri Malaysia saat itu- dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Presiden Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. Akhirnya, Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Presiden Soekarno pun melancarkan gerakan yang terkenal, yaitu "Ganyang Malaysia!".  Agresi militer akhirnya meletus dan pada tahun 1966 Indonesia dan Malaysia menandatangani perjanjian perdamaian [Wikipedia].

Itu sekedar history review, sebagai cerminan masa lalu kita. Kita tidak akan membahas tentang perang itu. Sejarah tinggallah sejarah. Kita juga tak akan membahas tentang konflik budaya atas claim Malaysia terhadap beberapa produk budaya Indonesia. Tampaknya itu sudah basi. Dan lagi pula, Mbak Herpin sudah menuangkannya dalam catatan, "To Malaysia: Etikamu Disangsikan". Apalagi tentang Pulau Simpadan dan Ligitan yang akhirnya disahkan sebagai milik Malaysia. Nope. So, what are we gonna talk about then? Dalam hal ini, saya lebih memilih untuk introspeksi diri sendiri, ke dalam Indonesia sendiri.

Sebelum menginjak bahasan yang lebih jauh, di sini saya tegaskan bahwa saya sama sekali tidak membenci suatu warga negara tertentu. Saya memiliki banyak teman dari Malaysia, dan mereka juga sangat baik dengan saya. Tampaknya terlalu naif dan bodoh jika kita tidak suka dengan kebijakan negara tertentu lantas kita ikut membenci seluruh rakyat negara tersebut.

Oke, kita lanjutkan saja...

Akhir-akhir ini, isu konflik Indonesia dan Malaysia kembali menghangat, yaitu tentang 'pencaplokan' Malaysia terhadap wilayah Indonesia, yaitu daerah Camar Bulan, dan Pulau Gosong Niger [Republika, VivaNews]. Masalah perbatasan lagi. Mari kita renungkan sejenak tentang hal ini.

Mari kita berandai-andai, jika Anda seorang warga negara Indonesia yang tempat tinggalnya akan diambil oleh negara lain, apa yang akan Anda lakukan? Sebagai warga negara yang baik, tentunya Anda akan mempertahankan integrasi negara Anda, bukan? Kecuali Anda memiliki alasan yang bagus untuk tidak melakukannya. Lalu, apa yang terjadi dengan warga Camar Bulan?

Warga Camar Bulan bukan tidak tahu Malaysia melakukan banyak pembangunan infrastruktur. Bahkan mereka menyambut baik program itu. Kenapa? Karena mereka merasa lebih diperhatikan oleh Malaysia daripada oleh pemerintah Indonesia [Republika]. Pemerintah Indonesia tidak melakukan pembangunan infrastukur yang berarti di daerah itu. Alhasil, Camar Bulan terisolasi. Dan suatu hal yang wajar jika mereka merasa senang. Daerah mereka lebih maju dan berkembang saat ini berkat Malaysia. Peran pemerintah Indonesia? Sungguh sangat disayangkan. Sudah tahu demikian, pemerintah Indonesia justru terkesan mengalah [Republika]. Jadi sebenarnya siapa yang bermasalah? Mari kita introspeksi lagi.

Bahkan tidak sedikit warga negara Indonesia di perbatasan yang menjadi Polis Diraja Malaysia atau Tentara Diraja Malaysia [Republika]. Mereka menjadi aparat Malaysia tapi berstatus warga negara Indonesia. Apalagi ini? Tentu saja, lapangan pekerjaan. Lagi-lagi Malaysia lebih menjanjikan daripada Indonesia. Indonesia belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai. Ayolah, nasionalisme tanpa pembangunan itu omong kosong.

Saya masih ingat ketika masalah budaya Indonesia-Malaysia memanas. Saat itu saya masih di USA. Dua belah pihak saling melemparkan caci maki, dan sungguh kata-katanya sangat tidak menyenangkan. Para hacker pun ikut turun tangan, perang cyber tak terelakkan (sorry, mungkin kali ini agak lebay). Jujur saja, saya juga sempat tersinggung hingga tak bisa tidur. Bagaimana saya bisa tidur sementara bangsa saya dicaci maki dan dibodoh-bodohkan? Saya juga sempat 'terbakar' saat duduk sambil menyaksikan tim Malaysia (Chinese Malaysian) membawakan lagu Rasa Sayange di Maryland, USA, dan mengatakan pada hadirin bahwa itu lagu rakyat Malaysia. Sayangnya mereka tak hafal liriknya, bahkan tampaknya mereka tak pandai Bahasa Malaysia (aneh ya?). Hhhh... Ya sudahlah. Saling lempar caci-maki takkan pernah menyelesaikan masalah. Caci-maki hanya menumbuhkembangkan kebencian. Dan tidaklah pantas masyarakat terpelajar mengeluarkan caci-maki dari mulutnya.

Foto ini diambil saat dilaksanakan program pertukaran pelajar Yayasan Pendidikan Telkom, Indonesia dengan Yayasan Universiti Multimedia, Malaysia

Saya pun sebenarnya ingin bersikap patriotis dan nasionalis. Tapi terkadang rasa itu hilang ditelan maraknya korupsi, birokrasi yang berbelit-belit, dan juga mental pengemis beberapa warganya (untuk soal mental pengemis, lihat saja di link ini). Kita sama-sama tahulah bagaimana negara ini dikelola. Tampaknya Reformasi 1998 belum mencapai targetnya. Aduhai, negeriku...

So what are we supposed to do? Jika memang kita ingin menguatkan posisi kita di dunia internasional, maka bukan caci-maki yang harus kita tunjukkan, tapi prestasi. Tidak usah banyak omong, tunjukkan saja apa yang  bisa kita lakukan untuk Indonesia. Saya justru lebih menghargai karya nyata seperti yang dilakukan Mang Udjo, pemilik Saung Angklung Udjo di Bandung. Saung Angklung itu menyuguhkan berbagai macam lagu-lagu asli Indonesia, termasuk Burung Kakak Tua. Saung Angklung ini memberi kontribusi nyata untuk menonjolkan budaya Indonesia di tataran Internasional, dan membuat masyarakat internasional tahu bahwa Burung Kakak Tua itu lagu Indonesia. Itu sekedar contoh saja.

Ayolah, kita tahu bahwa kita sudah tertinggal di berbagai aspek dengan Malaysia. Coba saja kunjungi negera berbendera Jalur Gemilang itu. Bahkan Malaysia sudah bisa mengirimkan astronotnya ke bulan [Kompasiana]. Astronot Malaysia itu adalah Muslim dan orang Asia pertama yang pernah menjejakkan kakinya ke bulan (itu kalau Rusia tidak dimasukkan dalam kelompok negara-negara Asia). Bahkan karena hal itu, Malaysia sampai menerbitkan tuntunan shalat dan puasa di ruang antariksa. Menariknya sang astronot merayakan Idul Fitri di luar angkasa. Keren kan? Lalu bagaimana Indonesia? Tampaknya pemerintah dan wakil rakyat kita masih sibuk untuk mengenyangkan dan mempersiapkan tabungan hari tua mereka. Whatever lah. Mari kita siapkan daya dan upaya kita untuk terus berprestasi dan tunjukkan pada dunia betapa besarnya bangsa Indonesia. Bangsa yang besar, bukan bangsa pengemis!

Karena rakyat Indonesia dan Malaysia mayoritas beragama Islam, ijinkanlah saya menutup luahan hati saya ini dengan ayat Alquran dan hadits yang sudah mahsyur:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara . Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat ." 
[Q.S. Al-Hujurat : 10 ]

Dari lbnu `Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Muslim yang satu adalah bersaudara dengan muslim yang lain, oleh karena itu, ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barangsiapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya itu maka Allah memperhatikan kepentingannya. Barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan terhadap sesama muslim maka Allah akan melapangkan satu dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menyembunyikan rahasia seorang muslim maka Allah menyembunyikan rahasianya nanti pada hari kiamat".
[Riwayat Bukhari dan Muslim]

Friday, September 23, 2011

Kala 'Rok Mini' Menggoda

Walau judulnya nyontek dari "Kala Cinta Menggoda", by Chrisye, tapi saya tertarik dengan rok mini. Kan saya pria normal :D By the way, masih ingat dengan demonstrasi dengan rok mini (mini skirt) di Bundaran HI (Hotel Indonesia), Jakarta, beberapa hari yang lalu? Wow...! Pasti banyak yang bening-bening... Pria mana yang tidak suka? Paha mulus, putih, tinggi semampai (keluarkan imajinasi terliar Anda! Eh, saya tidak tahu lho ya apakah ada demonstran yang seperti itu). So? Suka, nggak?

Rok mini dan hot pants memang sedang menjadi trend. Begitu banyak wanita yang memakainya. Saya pun jadi penasaran, dan saya tak tahu bagaimana rasanya mengenakan rok mini. Ya karena saya seorang pria dan tidak pernah mengenakan rok mini.

Pertanyaan dalam Benak

Menurut logika saya (sekali lagi menurut logika saya), secara seseorang menunjukkan sesuatu pastinya agar orang lain bisa melihatnya. Untuk apa ditunjuk-tunjukkan kalau tidak boleh dilihat? Kalau tidak mau dilihat, ya jangan ditunjuk-tunjukkan. Nah, sebagai kaum terpelajar (iya gitu?!) saya tentu tidak ingin memberikan tuduhan-tuduhan yang subjektif, apalagi ditambah dengan asumsi-asumsi yang belum tentu terjamin kebenarannya. Oleh karena itu, saya mempunyai keinginan untuk untuk menanyakan beberapa hal kepada nona-nona cantik pengena rok mini.
  1. Nona-nona cantik pemilik paha indah, Nona-nona sudah sudi menunjukkan paha yang aduhai itu, bolehkah kami, kaum Adam, menikmatinya?
  2. Nona-nona cantik pemilik paha indah, apakah nona-nona memang sengaja melakukannya agar kami bisa memandangnya? Ataukah justru nona-nona cantik ini merasa risih jika kami memandangnya?
  3. Nona-nona cantik pemilik paha indah, adakah cara yang tepat bagaimana kami bisa memandangnya sehingga kami nyaman untuk memandangi dan Nona-nona pun nyaman untuk dipandangi?
Saya bertanya demikian tentu bukan tanpa alasan, tapi agar saya bisa menarik kesimpulan dan mendapatkan argumen yang tepat dalam memandang kasus rok mini ini. Tapi sayangnya saya belum bisa dan masih malu untuk menanyakan pada nona-nona cantik pengena rok mini, hehehe... Dan akhirnya saya 'menikmati' secara 'diam-diam' dengan etika buatan saya sendiri agar tidak memberikan efek negatif pada kehidupan sosial dan juga pada si pengena rok mini tersebut.

Soal Imankah?

Ada yang bilang, "Itu mah tergantung iman. Iman kuat, rok mini lewat". Cowok beriman (yang normal) tentunya punya pikirannya sendiri ketika melihat sesosok wanita cantik nan seksi dengan pakaian 'seadanya' lewat didepannya. Ya kan memang begitu, pada dasarnya laki-laki ya suka perempuan. Dan seharusnya berlaku sebaliknya, hehehehe... *ngarep

Ya gak usah jauh-jauh lah, saya mengaku beriman, ngaji juga, bahkan ikutan halaqah. Tapi kalau melihat yang cantik nan seksi berseliweran, 'serangan'nya sungguh melampaui daya tangkal iman. Walaupun saya mengalihkan pandangan, tetap saja tidak bisa saya pungkiri bahwa hal itu sangat menarik, hahaha... :))

Lalu, kalau saat mengobrol? Tambah susah, kan? Kira-kira, jika semua pria mengalihkan pandangan mereka,  bagaimanakan perasaan para sang pengena rok mini? Pasti jadi kikuk, kan? Dan apakah para pengena rok mini ini bersedia untuk tidak dilihat? :D

Kalau ada yang bilang, "Ah, situ aja yang pikirannya jorok...". Whoa... Saya ingin bilang juga, "Duhai nona cantik pemilik badan seksi, saya sudah berusaha sekuat hati untuk mengendalikan fantasi saya. Malah situ nunjuk-nunjukkin tubuh indah, memaksa untuk dilihat".

Perihal Hak

Saya kira kita semau tahu tentang apa itu hak. Lalu apakah yang membatasi hak kita? Hak kita dibatasi oleh hak orang lain. Contohnya begini: Mungkin merokok adalah hak. Tapi orang lain pun memiliki hak untuk mendapat udara bersih. Jika ada orang menegur perokok, "Mas, bisa enggak ngrokoknya di luar saja? Atau pakai helm full-face biar asapnya gak terhirup saya?", dan penegur menjawab, "Ya ini rokok-rokok saya, suka-suka saya. Kalau Mas tidak suka asapnya ya jangan dihirup!", kira-kira si penegur ini bakal dapat tantangan duel, tidak?

Mendengarkan dan bermain musik tentunya sebuah hak juga. Tapi kalau ada orang main gitar dan menyanyi keras-keras di teras rumah pada tengah malam, tentu akan melanggar hak tetangga untuk beristirahat dengan tenang. Kalau ada yang menegur, "Mas, jangan nggitar dan nyanyi kenceng-kenceng dong." dan penggitar menjawab "Kalau Ibu gak suka, ya jangan didengerin. Ini kan gitar-gitar saya, suara-suara saya, kenapa Ibu yang jadi repot?", kira-kira si penggitar ini dapat lemparan asbak, tidak? Beda ceritanya kalau si penggitar ini bermain di ruang kedap suara. Tentunya aman dan tidak membuat masalah, setidaknya tidak membuat masalah bagi orang lain.

Hal yang sama pun berlaku pada rok mini. Kalau pakainya di rumah atau kamar sendiri, itu terserah. Dan tentunya akan terasa nyaman dan aman. Mau pakai rok mini, hot pants, 1-piece, atau bikini, nyaman deh. Apalagi kalau gak pakai apa-apa, wah pasti rasanya sesuatu banget. :D Tapi kalau di tempat umum? Metromini? Busway? Duh, Gusti. Jadi tontonan. Tapi, kalau yang ngelihat saya, insya Allah, Nona-nona tetap aman. Gak tau reaksi cowok yang lain. Dan saya tidak tahu kalau dibalik celana mereka pun ikut bereaksi. No guarantee :D

Kasus Pemerkosaan

Frankly, saya tidak mengklaim bahwa rok mini menjadi penyebab pemerkosaan. Dan saya tidak akan membahas kasus pemerkosaan, toh hasil peneletian  konon mengatakan rok mini bukan penyebab pemerkosaan. Dan dalam kasus pemerkosaan, yang paling bersalah (dari segi hukum) ya si pemerkosa. Dan saya tidak ada maksud menyudutkan wanita.

Terus? Jujur saja. Saya pria normal dan suka wanita, terutama yang cantik, indah, dan berkarakter. Apalagi kalau ditunjukkin yang seger-seger, wah... Bagi saya, setiap inci dalam tubuh wanita tercipta dengan indah. Dan dalam tulisan ini, sebenarnya saya lebih menekankan kepada: "Bolehkah tubuh indah kalian kami nikmati (pandangi)?"

Tampaknya mengharapkan sebuah pengakuan adalah umum di tiap orang. Setiap kelebihan yang kita miliki rasanya kita ingin orang lain tahu. Termasuk keindahan tubuh, entah laki-laki dengan badan macho dan berototnya, atau perempuan dengan tubuhnya yang indah nan seksi. Bisa jadi itu adalah alasan pengguna rok mini. Kalau saya (dan cowok lain) pake baju yang memamerkan otot-otot (saya nge-gym lho, wkwkwkwk...), mungkin tidak begitu masalah. Tapi kalau cewek pakai baju seksi? Setidaknya di alam fantasi para cowok yang melihatnya menjadi bergolak :D

Kesimpulan

Kesimpulannya apa? Ya belum ada selama saya tidak mendapat jawabab dari 3 pertanyaan diatas. :D

Referensi
  • Catatan "Aku, Dia, Kita, dan Rok Mini", by Bagus Ginanjar
  • Artikel "Penyebab Pemerkosaan: Rok Mini atau Otak Mina?!" by Mariska Lubis at Bilik ML
  • Artikel "Penyebab Pemerkosaan Terhadap Wanita", by Gene Netto

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit"
[Q:S Thaha:124]

Sunday, May 29, 2011

Resolusi 2011

Akhir Mei. Mungkin kedengaran sangat telat untuk 'memproklamirkan' resolusi 2011. Tapi, masih lebih baik daripada tidak memiliki target yang harus dicapai sebelum 2011 berakhir. Sebenarnya sih, resolusi 2011 ini sudah tercetus sejak awal 2011. Tapi hanya di kepala, belum sempat diikrarkan. Okelah, dengan ini saya deklarasikan Yugo's 2011 Resolution :) O ya, kemungkinan isinya bisa nambah. Yang di bawah ini cuma yang ada di kepala dulu. Siapa tahu nanti malah dapat target baru.



  1. Lulus dan Menjadi Insinyur
  2. Kata "Lulus" selalu terngiang-ngiang di kepala. It keeps resounding in my head, my dear readers. Secara, aku mahasiswa angkatan 2006, dan saat aku menulis blog ini aku belum lulus. Anyway, saya mohon doa dari anda-anda semua supaya saya bisa merealisasikan the biggest target of mine of the year. Semoga Allah memberikan kemudahan pada hambaNya ini dalam meraih gelar S.T. dari Institut Teknologi Telkom. Amin, ya Rabbal 'alamin...
  3. Hafal Juz 'Amma
  4. Mmmm... Sebenarnya malu juga sih mendeklarasikan target ini. Secara, umurku sudah 23, tapi Juz 30 saja aku belum hafal. Astaghfirullah... Anyway, tak ada kata terlambat untuk berusaha. Semoga bisa tercapai. Amin.
  5. Jalan-jalan ke Malaysia
  6. Gara-gara passport-ku akan expire di tahun 2014, aku jadi berfikir: "Passport ku masih memiliki durasi yang cukup lama sebelum akhirnya kadaluarsa. Masa cuma dipakai di Amrik doank? Keknya harus dipake lagi nih." Nah, sebagai mahasiswa dengan budget terbatas, terbesitlah ide BACKPACKING. Tujuan? Asia Tenggara dulu deh. Kalau Eropa kan mahal, hehehe... Kok pilih Malaysia? Yaaa karena kebetulan saya punya beberapa teman di sana, sekaligus bisa bersilaturhim. (Ehem.. Ehem... Silturahim atau silaturahim...?). Alasan lain karena Malaysia merupakan negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Jadi, insya Allah, gak bakal susah mencari masjid. Kenapa gak pilih Brunei Darussalam aja? Aku gak tau tentang tempat yang seru untuk dikunjungi di sana, hehehe... Oh ya, kalau bisa nanti mampir ke Singapura. Ingin melihat modernitas di sana yang sudah diakui dunia. Semoga yang ini juga bisa tercapai.
Ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, perkenanlah permohonan hambaMu ini. Amiin...

Friday, May 6, 2011

Yellowstone Trip

Bismillahirrahmanirrahim. Sambil melepas kepenatan, mungkin lebih asyik bila mengisi waktu luang untuk meng-update blog. Sekalian berbagi pengalaman. Yups, cerita yang saya tuliskan mungkin sudah basi, udah hampir 2 tahun yang lalu gitu lho. But it's OK. Emangnya mau cerita tentang apa? Sebenernya banyak, Yellowstone Trip, Backpacking in NYC, Mt. Rushmore trip, dan lain-lain. Tapi satu-satu aja dulu deh, yaitu my first trip in USA, Yellowstone Trip.

Frankly, ini bukan beneran trip pertama. Kalau trip pertama di USA, itu trip yang diadakan ELS. Seperti jalan-jalan di Elitch Garden Amusement Park ("Dufan"nya Denver), Vaedawoo (sumprit, namanya susah, saya harus googling bermenit-menit untuk mengembalikan ingatan saya), snowy range, tapi itu deket dan durasinya gak lama. Jadi gak banyak yang diceritain. Tapi bolehlah nanti sedikit saya share gambar-gambarnya. Biar pada ngiler semua, wakakakakak...

Trip ini diadakan oleh University of Wyoming untuk mahasiswa internasional. Mungkin cuma yang pertama kali ke Wyoming. Tapi gak tahu gak semua anak internasional diundang, yang jelas anak-anak Fulbright diundang (diajak maksudnya). Tahukah berapa kami harus bayar untuk ikutan trip ini? USD 200. Yup, segitu untuk 3 hari trip. Duit segitu lumayan buat mahasiswa Indonesia macam saya. Padahal jalan-jalan ke Yellowstone sudah aku impi-impikan semenjak masih di Indonesia. Apalagi Wyoming memang terkenal akan wild nature-nya. Kalo ngomongin alam liar di USA, Wyoming lah tempatnya. Aku berpikir, ikutan enggak yah? Pengin ikut, tapi kok mahal banget. Haduuuh...

Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Kata akademik advisor saya, biayanya ditanggung oleh World Learning, organisasi yang mengatur beasiswaku. Yoohooo... Saya senang bukan kepalang. Jalan-jalan gretongan lagi. Dan satu hal lagi, yang dapat gretongan cuma anak-anak Fulbright. Teman-teman yang lain tetep kudu merogoh koceknya sebesar USD 200. Dan itu tidak termasuk makan lho ya. Tapi kayaknya sih ini akal-akalan aja sampai World Learning mau mbayarin kami. Pasalnya, kami gak ada notifikasi dari staf World Learning. Soalnya, biasanya mereka tuh sangat rapi dalam hal pendokumentasian. Termasuk dokumentasi kemana saja saya selama di USA. Tahu enggak? Biaya yang USD 200 itu gak dibayar langsung, tapi dimasukkan dalam tuiton fee. Jadi pas jatuh tempo, biaya SPP-nya nambah USD 200. Nah, surat tagihannya itu yang dibayarkan ke World Learning. Dengan surat itu, World Learning akan membayarnya tanpa banyak protes. Setau saya, dalam tagihannya gak ada rincian detail SPP-nya. That's why aku curiga kalau WOrld Learning itu gak tahu kalau saya dan anak-anak Fulbright lainnya jalan-jalan pake duit mereka. Gak tau juga denk, hehehe... Hanya asumsi tanpa bukti, jadi lupakan saja, wakakakakkak...

Nah, sebenernya trip ini diadakan dalam dua gelombang, gelombang 1 dan gelombang 2. Saya penginnya yang gelombang 1, biar bareng-bareng ama temen-temen yang seprogram. Tapi sayangnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, jadi ya mau gak mau saya ambil yang gelombang 2. Anyway, setelah sharing dengan teman-teman, ternyata aku berkesimpulan bahwa gelombang 2 lebih menyenangkan. Kenapa? Karena jumlah anaknya lebih sedikit sehingga lebih rapi. Bayangkan saja, pada gelombang 1, satu bungalow (serius, ini bungalow) diisi 6 orang. Pas gelombang 2, cuma ada 4 dalam satu bungalow. Wakakakak... Idul Fitri membawa berkah...

Hari Pertama

Jumat pagi jam 6, saya sudah ditelpon Kelly untuk segera berangkat. Yupz, saya segera bersiap, keluar kamar, dan turun ke lobby di lantai satu asrama Downey. Begitu pintu lift terbuka, Kelly sudah ada di lobby. Wah, saya dijemput, wakakakak...

Saya masuk ke Van yang dibawa si Kelly. Wah, penuh. Penuh dengan anak-anak dari Germany. Waaaa... Saya kecil sendiri donk... Dan anak-anaknya itu lho... Gak Indonesia banget (ya iya lah). Gimana ya ngejelasinnya? Pokoknya berbau hedon lah, hehehe...

Sebelum berangkat kami kumpul dulu di depan Union Plaza. Biar bareng ama Van yang ke dua. Eh, supir dari van ke dua ini orang peranakan USA-Swiss yang bisa ngomong Bahasa Indonesia. Jiah... Asik juga, hahaha... Namanya Ben, dulu SMP nya di Indonesia. Jadi lumayanlah Bahasa Indonesianya, walau kadang-kadang aku harus mengkoreksi Bahasa Indonesianya. Tapi sebagai balasannya, dia harus mengoreksi Bahasa Inggris saya. Yes... Bisa sharing sekaligus belajar. Dan juga bisa ngomongin orang pake Bahasa Indonesia, jadi gak perlu bisik-bisik. Kan cuma kita berdua yang ngerti Bahasa Indonesia, hahaha... :EvilLaugh:

O ya, akhirnya saya pindah ke Van yang dibawa Ben. So, dalam mobil itu ada si Supir, satu orang Indonesia (saya), 4 orang dari China, 1 dari Korea Selatan, 1 dari Australia, dan satu dari Inggris. Lebih nyaman dari Van sebelumnya, hehehehe...

Selama perjalanan saya menikmati pemandang Wyoming. Padang rumput terbentang luas, sesekali nampak beberapa ekor antelope yang merumput. Bersih. Kadang-kadang kami berhenti untuk sekedar foto-foto. Wah eksotis, serasa di luar negeri (Lha kan emang di luar negeri, gimana sih?). Bahkan saya sempatkan berfoto-foto di dekat situs kebaran hutan.Kadang-kadang terlihat helikopter yang mondar-mandir membawa bom air.

Salah satu daerah tandus di Wyoming

Tahu tidak, kami sempat terjebak macet. Gara-gara jalannya lagi diperbaiki, plus diperparah dengan kebakaran hutan. Dan akhirnya, setelah 7 jam perjalanan, sampailah saya di sebuah kota kecil tempat kami bermalam, Jackson. Sumpah, kotanya indah banget. Bernuansa western, it's so cowboy, buddy! Dan bersiiiih banget ini kota. Di tambah dengan bukit-bukit kecil nan hijau. Hwaaaa.... Indah....

Kebakaran hutan yang berhasil aku capture

Menjelang senja kami check-in di sebuah bungalow di kota imut ini. Isinya ada 2 kasur ukuran queen, kamar mandi (shower dan bath tub), dapur, tempat laundry, balkon, yah asik lah. Saya sekamar sama 3 cowok China. Wah saya paling ganteng deh sekamar, wakakakakak. Setelah mandi, kami mencari makan malam. Kami memtuskan makan malam di Thailand Restaurant. Akhirnya, bisa menikmati makanan Asia. Jujur aja, makanan Amrik rasanya hambar...

Jackson in the evening

Ternyata, ini restauran gak menerima debit card. Maunya bayar tunai, cash. Akhirnya saya harus putar-putar cari ATM. Argh... Susah amat cari ATM di kota kecil ini. Tapi untungnya si cewek KorSel ini nemenin aku cari ATM. Ya lumayanlah ada temen ngobrol. Ehem-ehem... Suit-suiit... (Apa sih...?)


Hari Kedua

Yosh, kami meluncur ke Yellowstone National Park. Lagi-lagi, selama perjalan kami berhenti untu sekedar bernasis-narsis ria. Tapi emang sih, pemandanganya asik banget. Tak jarang kami melihat bison-bison beriringan di tepi jalan.

Sungainya bersih, lho.

Singkat cerita, sampailah kami di Yellowstone National Park yang melegenda akan geysernya. Rombongan kami digabung dengan rombongan dari sebuah college di Wyoming. Mereka sih study tour bersama profesornya. Lah kami jadi ikut-ikutan kuliah sama mereka. Tapi jadi nambah pengetahuan juga sih.

Ini dia, si bison (Americans call it "buffalo") yang terkenal agresif dan pemarah


Jalan sana, jalan sini. Naik turun. Beugh, lama-lama capek juga nih. Hebatnya, si profesor tua ini tetep semangat. Salut deh... O ya, selama "kuliah", ada couple yang kerjaannya ciumaaaaan mulu. Hih... Saya mbatin, "Woy, dengerin tuh profesor lu. Malah ciuman mulu" (Sebel apa sirik? Wkwkwkwk...)

Salah satu geyser (ini yang terbesar) di Yellowstone. Bisa menyembur sampai puluhan kaki

"Kuliah" selesai, kami berpisah. Kami menuju situs-situs lain.

Finally, kami mencukupkan sesi jalan-jalan hari itu, dan bermalam di sebuah hotel di kawasan hutan wista Yellowstone. Kali ini satu kamar cuma dua orang. Saya sekamar dengan si Ben. Masuk, mandi, tidur.

Salah satu sudut cantik Yellowstone. Daun-daun yang menguning di musim gugur tampak indah.


Hari Ketiga

Saya bangun awal, si bule masih tidur di kasurnya. Kenapa bangun awal? Ya biar bisa shalat shubuh lah. Dan sayangnya saya gak bawa kompas. Wah, akhirnya pakai perasaan untuk menentukan kiblat. Abis shalat, trus mandi, setelah wangi keluar kamar untuk menghirup udara segar.

"Wah banyak kabut", kubuka pintu dan kuhirup udara sedalam-dalamnya. "Buohok.. ohok... ohok..." Beugh, bukan kabut. Tapi asap! Saya lupa kalau hutannya lagi kebakaran. Yah, batal deh acara menghirup udara segar.

Snake River dengan latar Grand Teton


Next destinationnya adalah sebuah situs dengan sebuah air terjun. Kali ini tempatnya dingin. Lagi-lagi masalah kebersihan di sini membuat saya kagum. Coba Indonesia bisa sebersih ini. Ckckckck...

Ini dia air terjunnya

Kemudian kita menuju ke Jackson Hole. Ini sebuah daerah berbukit. Kenapa "Hole"? Kenapa ya? Mungkin karena daerah ini dikelilingi bukit, jadi kalo dilihat dari atas seperti lubang. Mungkin lho ya. Ngapain kami kesana? Kami mendaki sebuah bukit. Jalan? Enggak, kita pake kereta gantung.

Di salah satu puncak di Jackson Hole


Sampailah kami di puncak. Alamak, anginnya kuencenggg... Dingin... Tapi dari sini kita bisa menikmati pemandangan alam Wyoming yang eksotis.

Are you dare to pose like I did? Hahaha... :D


Watunya pulang. Kami diberikan 2 pilihan untuk situs terakhir, Museum atau Hot Spring. Serentak kami menjawab "Hot Spriiiing...!". Singkat cerita sampailah kami ke sana. Wah, letaknya di tengah hutan. Serem juga kalau kemalaman di sini. Kali aja kepergok brown bear, atau Grizzly, atau dikejar-kejar rombongan bison.

Untungnya aku bawa celana renang. Jadi tinggal pakai. Dan akhirnya kami byar-byur di kolam air panas. "Byar byur"? Emang mandi di kampung, wakakakakak... Dan asiknya, si cewek-cewek Jerman ini juga ikutan berendam dengan swimsuit mereka. Wew *__*

Time was out. Saatnya berkemas. Tiba-tiba muncul pertanyaan, ini gimana ganti bajunya? Yang ada ruang ganti yang mirip gudang tempat saya ganti baju sebelum berendam. Tak ada bilik-bilik kecil untuk ganti pakaian. It means, saya harus telanjang bareng-bareng mereka. Gosh. Pas teman-teman saya masuk, dengan santainya mereka mempreteli baju mereka, sambil ngobrol dan membentuk lingkaran. Kyaaaa... Mereka bugil semua. Santai banget lah pokoknya meskipun their dicks could be seen by everyone in the room.

Untung saja, lampu di ruangan tersebut mati, jadi ada beberapa tempat yang gelap. Terutama yang di pojok-pojok. Aha...! Saya menuju ke pojok, dan dengan secepat kilat saya berganti celana. Ketika sudah mengenakan underwear, saya nggabung ke lingkaran itu. Biar gak dikira freak. Wah, I could see many size, shape, and the "hair style", hahahaha... Yang kecil pasti punya si China neh. Setelah dilihat wajah yang punyanya, o iya benar. Itu punya si China. Jiakakakakakak... Sudah-sudah, malah ngomongin dick orang, wkwkwkwk....

Yosh, pulang deh. Saya nyampe asrama Downey jam 3 pagi. Temen sekamarku, Jake, si Bule dari Jackson (Eh, gimana kabarnya tuh orang yah? Dia gak punya FB sih...), masih tertidur di ranjangnya dengan hanya mengenakan celana dalam dan berbalut selimut. Dan jam 8 pagi saya ada kuliah Macroeconomics. Yeah... What a life...

Wednesday, April 13, 2011

2012-2013 Global UGrad Exchange Program

Assalamu'alaykum, what's up y'all? Hey, listen! I got a news for y'all, pals :D If you wanna experience how study in a USA university, this can be your opportunity, be an exchange student. I participated in this program in 2009-2010. I got 2 semesters scholarship from Fulbright Global Undergraduate Exchange Program. The experience was so great! You can get a new environment to study, feel a different climate, get many international friends, get mingle with local people... It's just awesome. Dare to apply? Read this article... :D

Program Description

The Office of Academic Exchange Programs in the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the U. S. Department of State, is pleased to announce a new exchange program for undergraduate students-the 2012 Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD)

The Global UGRAD Program provides scholarships for one semester or one academic year of U.S. Study in a NON-DEGREE Program. The goals of the program are to provide a diverse group of emerging student leaders, from non-elite and underrepresented groups in Indonesia and East Asia.

All global UGRAD Program participants will be enrolled full-time in undergraduate course work chosen from the institution’s (US) existing curriculum to allow students ample opportunity for ongoing interaction with U.S. Faculty and student peers, and for exposure to U.S. academic and classroom culture.

To ensure that students succeed in their new academic environments, host institutions will offer tailored instruction on topics including academic research and writing, critical thinking, time management, note taking, and studying for and taking tests. Participants will live on campus with American peers.

Students will also be provided with opportunities to participate in up to ten hours of community service per semester. Additionally, an internship component will be offered to all academic-year participants during the academic component of the program. Internships will be related to each participant’s field of study and/or career plans.

Participants may be eligible for up to 4 weeks of intensive English Language instruction in the United States prior to the start of academic portion of their program.

Eligibility

  1. Scholarships will be granted to students who currently are enrolled in S-1 degree programs only, and have completed their first semester and up to their firth semester of undergraduate study at an Indonesian university.
  2. Applicants should demonstrate leadership potential through academic work, community involvement, and extracurricular activities.
  3. Applicants must have minimum ITP/IBT TOEFL score of 500-score or IELTS 5.0 less than two years old. In some cases a personal interview by a fluent qualified Native English Speaker who can confirm that the nominee would be able to achieve that score when tested is acceptable. Candidates must also meet all the requirements of the institution where admission is being sought.
  4. Preference will be given to those who have had little or NO experience in the U.S. or outside of their home countries.
  5. Applications can be for either for one semester or two semesters based on nominee’s availability. No applications should be submitted for both one semester and full year programs.
  6. Applicants are required to return to Indonesia after the completion of the one or two semester program.

Submission of Applications

An original application and two copies should be submitted to the address below by: November 1, 2011

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
CIMB NIAGA Plaza, Lantai 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920  

For additional information, contact: info: fulbright_ind@aminef.or.id.

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

To download form click here

Wednesday, February 9, 2011

Keistimewaan Pria Bagi Wanita

Kehadiran seorang wanita adalah pelengkap dalam kehidupan seorang pria. Wanita bisa mempengaruhi sikap seorang pria menjadi seorang yang pemimpin, atau justru sebaliknya.

Ada pendapat sebagian wanita yang merasa, mereka bisa hidup tanpa kehadiran seorang pria. Namun, tak dapat dipungkiri, selain hal-hal yang dapat mereka lakukan sendiri, wanita juga sangat mencintai beberapa hal dalam diri seorang pria.


Apa saja yang bisa membuat wanita bertekuk lutut pada pria? Your Tango (Ini cuma versinya web itu. Yang gak setuju juga gak apa-apa, hehehe...) membeberkan 10 di antaranya :
  1. Bentuk Tubuh
  2. Perbedaan tubuh antara wanita dan pria merupakan hal yang sangat menggoda kaum hawa. Tangan yang lebih besar, dada bidang dan tubuh yang tegap membuat wanita merasa terlindungi saat berada dekat pasangannya. Bentuk wajah lebih maskulin dan otot kuat adalah bentuk fisik yang membuat pria terlihat provokatif sekaligus seksi.
  3. Kemampuan Melakukan yang Tak Dapat Dilakukan Wanita
  4. Bahkan wanita yang sangat mandiri sekalipun mudah menerima pasangan pria yang memanjakannya. Di samping itu, kekuatan fisik pria membuat mereka lebih kuat mengangkat benda-benda berat atau memusnahkan serangga yang sangat menjijikkan di mata wanita.
  5. Sisi Sensitif
  6. Saat menyaksikan pria menangis, setiap wanita pasti merasa telah memenangkan hatinya. Air mata merupakan tanda keintiman ekstrem, dan fakta bahwa dia perduli dan mempercayai Anda. Sisi sensitif pria di balik tubuhnya menggambarkan kelembutan yang mampu membuat semua hati wanita meleleh.
  7. Aroma
  8. Aroma tubuh khas sehabis mandi, wangi aftershave, cologne dan aroma alami tubuh pria adalah sisi menarik seorang pria yang membangkitkan perasaan lawan jenis. Kombinasi yang seringkali membuat wanita penasaran untuk menyelami pria lebih jauh.
  9. Otak
  10. Secara ilmiah, otak pria berbeda dari otak wanita. Kemungkinan itu pula yang menyebabkan pria lebih cenderung menyukai olahraga, teknologi dan hal-hal teknis yang sulit disukai wanita. Perbedaan maskulin dan feminin inilah yang membuat kita terlihat istimewa di mata mereka.
  11. Selera Humor
  12. Semua wanita menyukai seorang pria dengan rasa humor dan melontarkan lelucon. lewat selera humor pria memancarkan pesona yang membuat mereka dengan mudah menertawakan kekurangan dan tidak terlalu serius.
  13. Sifat Melindungi
  14. Sikapnya yang melindungi saat dan menjaga saat menyeberang jalan atau membantu menuruni tanjakan membuat wanita merasa tersanjung. Meski bisa menjaga diri sendiri, sebuah perhatian pria akan membuat wanita merasa istimewa.
  15. Pakaian
  16. Pakaian khas pria seperti kemeja garis-garis biru atau sweater yang menampakkan bentuk tubuh mereka membuat wanita sering tergila-gila menatapnya.
  17. Mengedepankan Logika
  18. Berbeda dengan wanita, pria sangat dipengaruhi logika dan akal sehat daripada emosi. Meskipun sedang marah, pria mampu mempertahankan sikap tenang di hadapan kita yang mungkin saja telah lepas kendali. Ketenangan pria membuat wanita merasa lebih aman.
  19. Hasrat yang Selalu Menyala pada Orang yang Ia Cintai 
  20. Saat mencintai seseorang, pria akan berusaha menjaga gairah mereka terhadap pasangan meski secara fisik telah banyak perubahan. Bagi mereka, penampilan fisik bukan hal utama lagi, meski mereka akan senang jika pasangan memakai pakaian yang menunjukkan keseksian di hadapan mereka. Mereka akan menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan seperti wanita menerima hal sama

Visit my blog: http://www.yugoananda.blogspot.com

Monday, December 13, 2010

Jadi Pria Lebih Enak? Kata Siapa?

Pernah ada yang bilang, "Loe enak banget sih jadi cowok. Praktis. Gak perlu begini begitu" Ah, kata siapa jadi cowok itu lebih enak dibandingkan jadi cewek? Berdasarkan survey yang guwe dapat, ternyata jadi cewek justru lebih enak. Nih buktinya...








  1. Kalo cewek mau nggabung ke mobil yang udah penuh cowok
    Kata cowok-cowok : gak apa-apa, ayo sini, kalo dipangku masih cukup kok.
    Kalo cowok mau nggabung ke mobil yang udah penuh cewek
    Kata cewek-cewek : enak aja!!! mau cari kesempatan dalam kesempitan ya?!
  2. Cewek mengerjakan pekerjaan cowok (ex : presiden, direktur, polisi)
    Kata cowok-cowok : Ah, emansipasi wanita
    Cowok mengerjakan pekerjaan cewek (ex : babysitter, pembantu)
    Kata cewek-cewek : Di Indonesia cari kerjaan emang susah, jangan terlalu milih-milih!
  3. Cewek diggangguin preman
    Kata cowok-cowok : Kasian tuh, ayo kita tolongin
    Cowok digangguin preman
    Kata cewek-cewek : Salah sendiri cari urusan sama ntuh preman...
  4. Cewek nuangin minuman buat cowoknya
    Kata cowok-cowok : Calon istri idaman
    Cowok nuangin minuman buat ceweknya
    Kata cewek-cewek : Ih, pasti anggota ISTI ( Ikatan Suami Takut Istri)
  5. Cewek cantik, kaya, baik hati, sudah dewasa, dan masih lajang
    Kata cowok-cowok : Perfectionists, sedang menunggu calon suami yang tepat
    Cowok cakep, kaya, baik hati, sudah dewasa, dan juga masih lajang
    Kata cewek-cewek : Kalo ga impoten berarti gay
  6. Istriku dandan sampe setengah jam sebelum pergi
    Kata cowok-cowok : Begitulah cewek, maklum aja..
    Suamiku dandan sampe setengah jam sebelum pergi
    Kata cewek-cewek : jangan2 suamimu mau nemui selingkuhannya tuh..
  7. Cewek pake baju cowok
    Kata cowok-cowok : Tomboi
    Cowok pake baju cewek
    Kata cewek-cewek : Banci, amit-amit deh!
  8. Cewek lesbi
    Kata cowok-cowok : Pasti gara-gara dia sering disakitin sama cowok
    Cowok homo
    Kata cewek-cewek : Pasti gara-gara gak ada cewek yang mau
  9. Cewekku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?
    Kata cowok-cowok : Itu namanya merawat diri, kalo cewekmu cantik kan kamu juga yg senang
    Cowokku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?
    Kata cewek-cewek : Jangan-jangan salonnya… Salon plus-plus...
  10. Cewekku tu blom puas kalo mandinya blom sampe satu jam
    Kata cowok-cowok : Kalo gak gitu namanya bukan cewek
    Cowok mandi ampe satu jam
    Kata cewek-cewek : Mencurigakan, pasti di dalam dia lagi *^&##!;%$%
  11. Cewek pergi ke dokter kulit  dan kelamin
    Kata cowok-cowok : pasti lagi konsultasi tentang kulitnya
    Cowok pergi ke dokter kulit dan kelamin
    Kata cewek-cewek : Pasti lagi konsultasi tentang kelaminnya.
  12. Cewek jalan bergandengan  dengan temen ceweknya
    Kata cowok-cowok: Ya gitu lah cewek
    Cowok jalan sambil bergandengan dengan temen cowoknya
    Kata cewek-cewek: Najooong... Amit-amit deh, hombreng!

Tuh kan, jadi cewek itu harus bersyukur. Punya banyak kelebihan dibandingkan cowok. However, aku akan tetap bertahan dengan "kecowokan" guwe. Selamat berkontemplasi :D

Visit my blog: http://yugoananda.blogspot.com